Selamat Datang di Pusat Informasi Ma'had Al-Jami'ah IAIN Palangka Raya
Kamis, 17 Mei 2018
Dipublikasi oleh Irnadia
Palangka Raya- Jum'at, 18 Mei 2018 Musyrifah angkatan ke-7 Ma'had Al-Jami'ah adakan tadarus Al-Qur'an bersama penghuni ma'had yang masih menetap. Kegiatan ini diadakan di ruang tengah lantai 3 Ma'had Al-Jami'ah pada pukul 20.45 WIB.
Tadarus Al-Qur'an merupakan kegiatan rutinan di bulan ramadhan selepas shalat Tarawih di masjid. Sebelum bertadarus Al-Qur'an para musyrifah mengikuti sholat magrib dan isya serta tarawih berjamaah di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya. Antusias dalam menyambut ramadhan terwujud dari berlomba-lombanya mereka dalam melalukan kebaikan, salah satunya dengan banyak-banyak membaca Al-Qur'an. "InsyaAllah apa yang kita baca bernilai ibadah" Ungkap Riski Maulinda.
Rabiatul, salah satu musyrifah angkatan ke-7 juga menuturkan bahwa hendaknya setiap orang menyibukkan diri dengan hal-hal positif. Bulan ramadhan merupakan bulan yang berkah, disinilah kesempatan kita mempertebal keimanan, memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. "Daripada nggak ada kerjaan, mending baca Al-Qur'an, sudah tentu bernilai ibadah" ungkap Indah.
Rabu, 16 Mei 2018
Dipublikasi oleh Agus Pramana
Palangka Raya - Berdasarkan rapat sebelumnya telah membahas mekanisme penerimaan mahasiswa baru. Pada rapat kali ini pembina Mahad Al-Jamiah memberikan pembekalan sekaligus melakukan pembentukan struktur kepengurusan musyrif-musyrifah terpilih pada angkatan ke-7 ini. Rapat ini dilaksanakan pada hari selasa(15/5) malam kemarin dan dilaksanakan dengan lancar dan khitmad.
Sebelum melakukan pemilihan ketua musyrif dan musyrifah pembina mahad Bapak Luqman Baihaqi, SS, MPd memberikan pembekalan sedikit bahwa menjadi sebagai seorang musyrif atau musyrifah haruslah menjadi seorang yang rajin dan memiliki mental yang kuat, terlebih lagi harus pandai mengatur waktu. Setelah pembekalan selesai dilanjutkan di sesi pertama pemilihan ketua musyrif. Berdasarkan kesepakatan bersama bahwa seluruh musyrif yang ada mempercayakan jabatan sebagai ketua musyrif adalah Roniy Yanggara mahasiswa dari program studi tadris bahasa inggris.
Ketua Musyrif Terpilih Angkatan 7; Roniy Yanggara
Setelah selesai pemilihan ketua musyrif dilanjutkan pemilihan ketua musyrifah. Berdasarkan kesepakatan bersama Siti Aminah mahasiswa program studi bahasa arab dipercaya menjabat sebagai ketua musyrifah. Tentunya kegiatan ini dilanjutkan dengan penentuan struktur dibawahnya sehingga resmi sudah musyrif dan musyrifah siap mengemban amanah untuk menerima dan mengayomi mahasiswa baru tahun angkatan 2018/2019 yang diperkirakan mencapai 2000 mahasiswa.
Senin, 14 Mei 2018
Dipublikasi oleh Agus Pramana
Palangka Raya - Sehubungan dengan dibukanya pendaftaran mahasantri baru Mahad Al-Jamiah mudir beserta pembina adakan rapat bersama musyrif-musyrifah angkatan 6 dan musyrif-musyrifah angkatan 7 yakni membahas mekanisme penerimaan mahasantri baru dengan sistem yang berbeda dari tahun sebelumnya. Rapat ini dilaksanakan pada malam tadi(15/5) tepat setelah sholat isya di lantai 1 Mesjid Raya Darussalam.
Mekanisme penerimaan mahasantri baru tahun ini akan diadakan jalur tes sesuai yang diungkapan oleh mudir Mahad Al-Jamiah bapak Sabarun, MPd "Untuk tahun ini agak sedikit berbeda penerimaan mahasantri baru, akan menggunakan jalur tes wawancara, mengingat penerimaan tahun lalu yang masih kurang efektif" ucapnya. Selain itu juga pembina Mahad Al-Jamiah bapak Luqman Baihaqi, SS, MPd menambahkan "Bahwa dengan dilaksanakan jalur tes ini, agar mengetahui apakah mahasantri baru nanti berkomitmen untuk tinggal di Mahad Al-Jamiah atau tidak" tambahnya.
Selain itu juga, pembina putri Mahad Al-Jamiah ibu Sri Fatmawati, MPd agak sedikit membahas kriteria yang dibutuhkan mahad yaitu lancar membaca Alquran dan Tahfiz Alquran yang menurutnya ini akan memberatkan mahasantri dari sekolah umum. Berdasarkan tanggapan dari mudir Mahad Al-Jamiah beliau menjelaskan bahwa itu ada kuota tertentu untuk membantu kegiatan BMQ mendatang sebagai pengajar.
Palangka Raya - Sehubungan dengan dibukanya pendaftaran mahasantri baru Mahad Al-Jamiah mudir beserta pembina adakan rapat bersama musyrif-musyrifah angkatan 6 dan musyrif-musyrifah angkatan 7 yakni membahas mekanisme penerimaan mahasantri baru dengan sistem yang berbeda dari tahun sebelumnya. Rapat ini dilaksanakan pada malam tadi(15/5) tepat setelah sholat isya di lantai 1 Mesjid Raya Darussalam.
Mekanisme penerimaan mahasantri baru tahun ini akan diadakan jalur tes sesuai yang diungkapan oleh mudir Mahad Al-Jamiah bapak Sabarun, MPd "Untuk tahun ini agak sedikit berbeda penerimaan mahasantri baru, akan menggunakan jalur tes wawancara, mengingat penerimaan tahun lalu yang masih kurang efektif" ucapnya. Selain itu juga pembina Mahad Al-Jamiah bapak Luqman Baihaqi, SS, MPd menambahkan "Bahwa dengan dilaksanakan jalur tes ini, agar mengetahui apakah mahasantri baru nanti berkomitmen untuk tinggal di Mahad Al-Jamiah atau tidak" tambahnya.
Selain itu juga, pembina putri Mahad Al-Jamiah ibu Sri Fatmawati, MPd agak sedikit membahas kriteria yang dibutuhkan mahad yaitu lancar membaca Alquran dan Tahfiz Alquran yang menurutnya ini akan memberatkan mahasantri dari sekolah umum. Berdasarkan tanggapan dari mudir Mahad Al-Jamiah beliau menjelaskan bahwa itu ada kuota tertentu untuk membantu kegiatan BMQ mendatang sebagai pengajar.
Rabu, 09 Mei 2018
PENGUMUMAN
MAH’AD AL-JAMI’AH TAHUN AKADEMIK 2018/ 2019
Sehubungan dengan membludaknya Mahasiswa baru tahun akademik
2018/ 2019 yang diperkirakan akan mencapai
2000 mahasiswa baru; sedangkan daya tampung asrama Mah’ad Al-Jami’ah 380
mahasiswa, dengan ini diumumkan kepada Mahasiswa baru tahun akademik 2018/ 2019
yang ingin tinggal di Mahad sebagai berikut:
- Mahad akan menyeleksi mahasiswa baru untuk diberi kesempatan tinggal di mahad selama 2 semester sebanyak 230 terdiri atas putra 80 dan putri 150, sesuai dengan daya tampung kamar maksimal.
- Dari 230 mahasiswa baru, diberikan kuota 10 % atau 23 orang untuk mahasiswa muallaf yang berkomitmen belajar Islam dan mentaati peraturan asrama, dibuktikan dengan hasil interview dengan Pembina asrama.
- Mahasiswa baru yang ingin tinggal di asrama wajib mendaftarkan diri ke nomor kontak 089678873685 dengan mencatumkan nama, prodi dan alamat asal. Pendaftaran dibuka 10 Mei Sampai 11 Juli 2018, dan mengikuti tes seleksi (wawancara).
- Tes wawancara tanggal12-15 Juli 2018 di Mahad Al-JamiahPutri jam 08.00- 16.00.
- Kriteria kelulusan didasarkan pada kelancaran membaca al-Qur’an, komitmen mentaati peraturan asrama, serta hal lain yang dipandang perlu.
- Hasil tes diumumkan pada 20 Juli 2018 melalui web Mahad Al-Jami’ah.
- Daftar ulang bagi mahasiswa yang lulus tes 21-25 Juli 2018. Mahasiswa yang tidak daftar ulang dianggap mengundurkan diri dan akan digantikan mahasiswa cadangan.
- Mahasiswa yang telah daftar ulang wajib masuk asrama pada 1 Agustus 2018.
- Mahasiswa yang tidak tinggal di asrama wajib mengikuti kegiatan Program Pembinaan Intensif Mahad (PIM) selama dua pekan secara bergantian selama 8 bulan. Selama kegiatan PIM, mahasiswa wajib tinggal di asrama dan mengikuti kegiatan pembinaan secara intensif yang meliputi pembinaan karakter, bahasa asing, dan ibadah.
- Rolling kegiatan PIM akan dijadualkan secara berkala.
- Mahasiswa yang telah mengikuti seluruh kegiatan PIM akan mendapatkansertifikat yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah mengikuti kegiatan di Mahad Al-Jamiah yang ditandatangani oleh Mudir Mahad dan Warek III bidang kemahasiswaan.
Palangkaraya, 7 Mei 2018
Jumat, 20 April 2018
Palangka Raya, tepat pada hari ini, 21 April 2018, Bangsa Indonesia terutama kaum wanita, setiap tahunnya memperingati Hari Kartini. Beliau merupakan sosok Pahlawan Emansipasi Indonesia. Pemikirannya membuat kaum wanita di Indonesia mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan mewujudkan cita-citanya.
Mahad al-Jamiah pun tidak luput untuk berpartisipasi dalam hal memperingati hari Kartini ini. Di Ma’had Al-Jami’ah diadakan beberapa perlombaan, seperti lomba debat dengan tema gender, lomba memasak, dan mahakarya dari Mahasantri dalam berbagai bentuk misalnya daur ulang, kaligrafi, dan sebagainya.
Kegiatan ini dibuka oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Sabarun M.Pd., dalam penyampaiannya mengungkap sebuah semboyan yang menjadi ciri khas dari Ibu Kartini yaitu “habis gelap terbitlah terang” yang merupakan kutipan dalam Al-Qur’an yaitu “minazh zhulumaati ila annuur”. Sebagai motivasi kepada Mahasantri Mahad al-Jamiah.
Adapun perlombaan ini akan berlangsung selama dua hari hingga hari Minggu. Kemudian diakhiri pada malam harinya disertai dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi pemenang-pemenang lomba.












